Saat ini Karang Taruna Desa Sardonoharjo akan berpartisipasi aktif dalam pembuatan website desa yang akan digunakan di tahun 2018

Kelompok Informasi Masyarakat sebagai mitra kerja pemerintah dalam menyampaikan informasi dan komunikasi kepada masyarakat

 

Pembentukan BUMDes Bintang 18 Sardonoharjo

Administrator 20 Januari 2018 11:07:59 Berita Terkini

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi Desa, Pemerintah Desa Sardonoharjo membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi nama Bintang 18. Nama tersbut memiliki filosofi bahwa BUMDes Sardonoharjo terdiri dari bintang-bintang yang berasal dari 18 Pedukuhan.

Pada Senin (15/01/2018) bertempat di Aula Desa Sardonoharjo telah dilaksanakan Musyawarah Desa dalam rangka pemilihan pengelola BUMDes yang dihadiri oleh semua unsur Lembaga Desa.

Terpilihlah nama-nama direksi BUMDes Bintang 18 masa bakti 2018-2022 antara lain:
1.  Direktur: Hariyono Purwanta (Candi Karang, Sardonoharjo)
2.  Sekretaris: Ratih Purwandaru (Tegal Rejo, Turen, Sardonoharjo)
3.  Bendahara: Asih Wulan Sari (Ngebel Gede, Sardonoharjo)
Selain itu juga mengangkat para pengawas BUMDes Bintang 18 masa bakti 2018-2022 antara lain:
1.  Ketua: Ismundari (Candi Dukuh, Sardonoharjo)
2.  Wakil Ketua: Suroto (Candi Karang, Sardonoharjo)
3.  Sekretaris: Wasingatu Zakiyah (Jetis Baran, Sardonoharjo)
4.  Anggota: Sigit Triyana (Jetis Baran, Sardonoharjo)
5.  Anggota: Bambang Nuryono Aziz (Selokerto, Sardonoharjo)

   Selanjutnya pada Kamis (18/01/2018) digelar acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pengelola (Direksi dan Pengawas) BUMDes Bintang 18 masa bakti 2018-2022 yang dilantik langsung oleh Kepala Desa Sardonoharjo Harjuno Wiwoho.Pelantikan dan pengambilan sumpah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sardonoharjo No 4 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Direksi dan Pengelola serta SK No 5 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Pengawas.Kepala Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman Didik Daru Suryo menjelaskan, pembentukan BUMDes dalam rangka melaksanakan amanat Undang-undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa. BUMDes dibentuk untuk mewujudkan kemandirian desa.Beliau sangat terkesan dengan acara pelantikan tersebut karena terasa sangat istimewa dengan kostum busana Jawa yang dikenakan oleh para Direksi dan Pengawas. Dalam sambutannya beliau berpesan bahwa BUMDes tidak berhenti hanya sampai di pelantikan, namun yang berat adalah pelaksanaannya. Tidak hanya stempel bahwa ada BUMDes di Desa Sardonoharjo namun harus menunjukkan manfaatnya agar menuju Desa yang mandiri. BUMDes inI untuk kemandirian Desa, jadi harus memanfaatkan Dana Desa untuk investasi agar kemandirian Desa dan kemanfaatan bisa didapatkan oleh seluruh warga Sardonoharjo. Subagyo selaku Camat Ngaglik dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya agar BUMDes Bintang 18 Sardonoharjo bisa berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat agar Desa mandiri, berkarya, dan memberdayakan masyarakat dengan potensi yang ada. Selanjutnya Hariyono selaku direktur BUMDes memaparkan program kerja BUMDes Bintang 18 yang sesuai dengan visi Desa “agamis dan agronomis” antara lain:

1.  Sektor pertanian menjadi usaha unggulan.
Akan ada 20 rekanan petani yang akan menanam 1 jenis tanaman "Timun Baby".
Usaha yang cukup menjanjikan ini ditargetkan mampu menghasilkan 0,5-1 ton per hari. Keputusan ini diambil karena permintaan komoditas pertanian tersebut telah memiliki pemasaran yang jelas. Hanya saja dibutuhkan hasil produksi kontinyu (stabil) untuk memenuhi syarat kepada pembeli.

2.  Mekanisasi pertanian yang akan disediakan oleh BUMDes.
Dengan menyewakan alat pertanian sistem mekanik. Tujuannya bukan hanya pemasukan dari ongkos sewa, petani akan diuntungkan dengan waktu olah tanam lebih cepat dan murah. “Misalkan sistem tradisional memakan biaya Rp 1 juta per seribu meter persegi, dengan menggunakan alat serba mekanih hanya menghabiskan Rp 600 ribu,” katanya.

3.  Pengelolaan minyak jelantah melalui program 3R.
Usaha lain yaitu sektor limbah rumah berupa membeli minyak goreng bekas (jelantah) dari warga yang akan diolah menjadi bahan biodiesel.

4.  Pembuatan pupuk organik dari limbah pada dan kotoran hewan.
Dalam tahun ini target omsetnya adalah 1 milyar rupiah. Mengakhiri pemaparannya Pak Hari mengharap masukan dari Dinas PMD dan pihak-pihak lain agar BUMDes bisa berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Hut RI 72 unik-unik

TimeLine Twitter

Komentar Terkini

Link Organisasi Sub Unit

Muda Kampoeng Brama

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Follow MedSos Kami

KARANG TARUNA